Sunflower

Aku mencoba mencari cara untuk mendapat perhatianmu. Memuluskan segala macam ramuan agar kamu tertarik padaku, walau harus aku akui, memang tak semudah itu. Aku mencoba merangkai kata-kata dengan cara yang berbeda hanya untuk membuatmu tertarik lantas membacanya dan membuatmu terkesan pada setiap ucapan yang aku katakan. Walau aku membutuhkan waktu berjam-jam dan harus mengulang –ulang kata yang sudah aku sediakan sebelumnya.

Aku berusaha tampil menawan, berusaha membuatmu terpesona, bahkan pada saat satu kali pandang. Aku ingin tak hanya aku yang menyukaimu, tetapi kamu juga sama padaku. Sebab, aku mau semua berbalas. Aku ingin semua perasaan tidak hanya berhenti hanya di aku. Aku banyak berharap agar setidaknya kamu menyadari semua harap-harapku.

Telah aku sediakan obat luka. Jika kamu butuh, kamu boleh mengambilnya untuk kamu pakai sesukanya saja. Sebab, ini dikhususkan untukmu. Agar kamu tak terluka. Agar tak merasa sakit karena cinta. Tapi sebagai balasnya, aku ingin kamu mencintaiku juga, bisa?

Ketika kamu akhirnya memutuskan bersamaku. Lantas ada hal yang meragukanmu. Semisal, karena aku banyak meminta darimu. Aku akan beritahu bahwa jatuh cinta itu pasti tidak tulus. Seperti aku padamu, mana ada ada orang yang mau tak dibalas? Semua butuh pinta makanya aku senantiasa mencintai. Jadi, bukankah tidak salah jika aku memintamu mempunyai perasaan yang sama?

Bersamaku saja dulu, urusan bosan, aku bisa atasi dengan caraku sendiri. Kamu boleh melakukan hal-hal yang kamu mau, yang kamu suka. Asal jangan mempermainkan aku dan bersama yang lain. Aku tak akan memaksa dan menjanjikan apa pun, apalagi menawarkan hal-hal yang sebenarnya tidak bisa aku wujudkan untukmu. Tapi, bilang saja apa pun yang kamu mau, selagi aku bisa dan mampu akan aku usahakan untukmu.

Aku hanya punya resep mencintaimu. Selebihnya, aku serahkan padamu untuk ditangani lebih lanjut. Terserah mau kamu apakan. Entah akan ditindak dengan membalas mencintaiku atau pun tidak. Itu urusanmu. Aku percayakan padamu.

Komentar

  1. Jika kamu sudah mendapat balasan dari rasa yg kamu minta bahkan ditambah dengan sebuah 'ketulusan' dan suatu saat kamu buang rasa yg telah dia berikan dengan sia-sia, maka jangan lupa kembalikan rasa yg pernah kamu minta kepada pemiliknya lagi. Kasihan si pemilik rasa itu harus menanggung sakit sendirian, akibat rasa yg ada pada dirinya telah kamu minta saat itu dan kamu lupa mengembalikannya dengan cara yg baik.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer