Kamu Hebat
Akan aku
ceritakan dia yang sangat aku inginkan, sosok yang sangat pandai membuat ku
patah. Di awal cerita, ini berawal dari kesalahanku yang tidak cukup tau diri
karena menginginkannya. Sosok yang memang sangat aku inginkan, yang selalu aku
semogakan dengan segala aspek yang dimilikinya.
Di awal perjuangan, aku
sudah merasakan patah. Dia yang telah dimiliki seseorang, tak mungkin tega
bagiku untuk merusak kebahagiannya hanya karena egoku untuk memilikinya. Sudah
lah fikirku untuk memperjuangkannya, karena tak ingin mengusik kebahagiannya.
Perlahan waktu berlalu,
aku pun hanya terbiasa memperhatikan bahagianya dari kejauhan. Namun ceritanya
berbeda saat kabar dia tengah patah hati. Yah, sebuah energi baru bagiku. Bukan
berarti aku bahagia karena bahagianya pecah, hanya entah ini disebutnya apa
yang jelas aku merasa ini adalah waktunya aku agar dapat mengenal dirinya lebih
dekat.
Bersambung...


Komentar
Posting Komentar