Senyumnya menyadarkanku
Rasa suka yang begitu aja muncul, nyaman yang datang beriring dengan
kebersamaan yang tercipta, sayang yang mulai timbul diantara perasaan suka juga
nyaman dan pada akhirnya cinta datang yang ingin di ungkapkan.
Sejenak aku berfikir, haruskah aku memiliki dia yang aku sayangi.
Memiliki dalam arti sepenuhnya, memiliki dia dengan seluruh jiwa dan raganya.
Mengikuti hati yang egois, tentu aku ingin selalu ada di dekatnya, tertawa
bersamanya, menghabiskan waktu, berbagi semua cerita, canda dan juga bahagia.
Tersentak mengetahui dia sudah dimiliki yang lain, sesak rasanya
menerima semua kenyataan ini. Belum sempat aku mengungkapkan rasa yang ada,
terlebih dahulu aku tau dia sudah memiliki yang lain. Melihatnya seperti
ini, aku merasa bahagia, walau aku tau bahagianya bukan karena aku, tapi karena
sosok itu.
Kembali, aku hanya bisa tersenyum melihat ini, rasa yang belum sempat
aku ungkapkan, bagaikan sayap baru yang segera patah sebelum aku gunakan untuk
terbang. Bukankah cinta tak harus memiliki. Tapi, apa kata mereka nanti? Cinta
harusnya di perjuangkan, bukan hanya menerima begitu saja sebelum berusaha.
Tapi apa daya, melihat senyum itu, mengajarkan aku tentang arti cinta sesungguhnya.
Cinta bahagia melihatnya bahagia, cinta bukan sekedar bersama, tapi bagaimana
membuat dia selalu bahagia, dan yang terpenting adalah bahagianya.
Alasan untuk cinta terbesar dan terindah adalah mebuat dia yang kita
cintai bahagia. Walau kita tau alasan bahagianya bukan kita. Kembali aku
dengarkan suaranya, walau suara itu tak kudengar langsung. namun suaranya
membahagiakan hati. Tapi kali ini tidak lagi. :'
Aku sadar, jika bahagianya karena sosok itu, maka aku harus ikhlas
melihatnya bahagia dengan sosok itu. Dan aku merasakan cinta karena dia
bahagia. Cinta memang harus memiliki, memiliki disini adalah memiliki rasa
bahagia melihat dia bahagia, walau bahagianya bukan karna kita.
Terimakasih senyum yang menyadarkan ku, bahagiamu adalah bukti cinta
sesungguhnya. Memiliki cintamu adalah dengan cara melihatmu bahagia, bukan
memaksakan egoianya cinta yang membuatmu tak bahagia.



Komentar
Posting Komentar